Minggu, 29 Januari 2017

GIZI REMAJA


A.    Pengertian Gizi Seimbang Bagi remaja

Gizi artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan. Dapat juga di artikan sari makanan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Gizi seimbang bagi remaja adalah makanan yang di konsumsi remaja yang mengandung zat sumber tenaga, zat pembangun,dan zat pengatur serta beraneka ragam jenisnya.

Berikut ini faktor–faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi usia remaja seperti           :

1 Aktivitas fisik

2 Lingkungan

3 Pengobatan

4 Depresi dan kondisi mental

5 Penyakit

6 Stres

Kecukupan gizi remaja akan terpenuhi dengan pola makan yang beragam dan gizi seimbang. Modifikasi menu dilakukan terhadap jenis olahan pangan dengan memperhatikan jumlah dan sesuai kebutuhan gizi pada usia tersebut dimana sangat membutuhkan makanan yang sangat bergizi.

B.     Manfaat Gizi Seimbang Bagi Remaja

Manfaat gizi seimbang bagi remaja yaitu :

1.      Membantu konsentrasi belajar

2.      Beraktivitas

3.      Bersosialisasi

4.      Untuk kesempurnaan fisik

5.      Tercapai kematangan fungsi seksual dan

6.      Tercapainya bentuk dewasa.



C.    Macam – macam Zat Gizi dan Fungsinya

1.      Energi

Energi untuk tubuh di ukur dengan kalori di perlukan untuk melakukan aktifitas sehari-hari dan dihasilkan dari karbohidrat, protein, lemak. Pada remaja kebutuhan energi menurun karena basal metabolisme dan kegiatan fisik meningkat. Sumber bahan makanannya yaitu : beras, singkong, mie dan lain-lain (KH), ikan, daging (protein), minyak, keju (lemak).

2.      Protein

Peranan protein yang utama adalah memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak, pengatur fungsi fisiologis organ tubuh. Kebutuhan protein bagi remaja yaitu 14-16% dari kalori total (0,8-1gr/kg.BB/hari). Sumber protein utama adalah ikan, daging, ayam, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

3.      Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang dapat di simpan di dalam tubuh sebagai cadangan energi. Konsumsi lemak yang berlebihan pada usia remaja tidak di anjurkan karena dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh khususnya kadar kolesterol darah yaitu 20-25% dari kalori total, sumber : minyak, mentega.

4.      Serat

Pada manusia usia remaja serat di perlukan untuk memungkinkan proses buang air besar menjadi teratur dan menghindari penyakit. Serat dapat memberi rasa kenyang pdalam waktu lama. Sumber : sayuran-sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat.

5.      Mineral

Mineral di butuhkan remaja di perlukan dalam jumlah sedikit, sungguh demikian peranannya sangat penting dalam berbagai proses metabolisme di

dalamtubuh.


 Kebutuhan mineral usia Remaja :

a.       Kalsium                 : 800-1000 mg/hr (pria),1000-1500mg/hr (wanita)

b.      Zat Besi                 : 10mg

c.       Na                         : 2,8-7,8 gr/ org/ hr (batasi garam bagi manula yang mengalami masalah kesehatan)

d.       Air                        : 6-8 gls/ org/ hr



6.       Vitamin

Vitamin dibutuhkan untuk mengatur berbagai proses metabolisme dalam tubuh, mempertahankan fungsi berbagai jaringan serta mempengaruhi dalam pembentukan sel-sel baru.

Kebutuhan vitamin usia Remaja

a.       Vitamin A 3500-4000 mg/org/hr

b.      Vitamin B1 10-1,2 mg/hr

c.       Vitamim B6 2,0-2,2 mg/org/hr

d.      Vitamin B12 3,0mg/org/hr

e.       Vitamin C 60mg

f.       Vitamin D 200-400IU

g.      Vitamin E 8-10 mg/org.hr



D.    Akibat Kekurangan Gizi

Remaja putri rentan mengalami kurang gizi pada periode puncak tumbuh kembang yang kedua kurang asupan zat gizi karena pola makan yang salah, pengaruh dari lingkungan pergaulan (ingin langsing). Remaja putri yang kurang gizi tidak dapat mencapai status gizi yang optimal (kurus, pendek dan pertumbuhan tulang tidak proporsional). Kurang zat besi dan gizi lain yang penting untuk tumbuh kembang (zinc), sering sakit-sakitan.

Remaja yang tak memperoleh cukup gizi yang biasa didapati pada buah-buahan dan ikan lebih rentan terhadap kondisi paru-paru yang dibawah normal, sakit asma, batuk dan sesak nafas. Remaja dengan asupan dan terutama vitamin C paling rendah memiliki paru-paru yang lebih lemah dibandingkan dengan yang lain. Remaja yang kurang mengkonsumsi vitamin E, yang terdapat pada minyak nabati dan kacang, lebih mungkin untuk terserang asma. Remaja yang mengkonsumsi kurang banyak buah dan lebih sedikit asam lemak omega-3 lebih mungkin untuk terserang asma dan gangguan pernafasan seperti tersengal-sengal.

Kekurangan gizi ditandai dengan lambatnya pertumbuhan tubuh (terutama pada anak), daya tahan tubuh rendah, kurangnya tingkat intelegensia (kecerdasan), dan produktivitas yang rendah.





E.     Akibat Kelebihan Gizi

Kelebihan gizi ditandai dengan kelebihan berat badan. Ini jelas memperbesar risiko munculnya berbagai penyakit kronis degeneratif, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Kondisi ini terjadi karena asupan gizi melebihi kebutuhan.

Perlahan, masyarakat Indonesia mungkin sudah biasa lepas dari persoalan kekuarangan gizi. Yang terjadi justru memasuki masa transisi dari persoalan kurang gizi ke kelebihan gizi. Bahkan, masalah kelebihan gizi mulai menimpa masyarakat kelas ekonomi rendah. Artinya, mereka dengan tingkat ekonomi rendah, bukan tak mungkin menderita penyakit kronis degeneratif seperti jantung.

masalah kekurangan gizi, yang bisa menimpa kalangan menengah ke atas. Umumnya terjadi akibat buruknya sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang potensial memicu penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Dan, mereka yang sering terkena infeksi potensial menderita kekurangan gizi.

F.     Masalah Gizi pada Remaja

1.      Obesitas

      Walaupun kebutuhan energi dan zat-zat gizi lebih besar pada remaja daripada dewasa, tetapi ada sebagian remaja yang makannya terlalu banyak melebihi kebutuhannya sehingga menjadi gemuk. Aktif berolah raga dan melakukan pengaturan makan adalah cara untuk menurunkan berat badan. Diet tinggi serat sangat sesuai untuk para remaja yang sedang melakukan penurunan berat badan. Pada umumnya makanan yang serat tinggi mengandung sedikit energi, dengan demikian dapat membantu menurunkan berat badan, disamping itu serat dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga dapat menghindari ngemil makanan/kue-kue.

2.      Kurang Energi Kronis

      Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis tidak selalu berupa akibat terlalu banyak olah raga atau aktivitas fisik. Pada umumnya adalah karena makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan berat badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti takut gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.



3.      Anemia

      Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling umum dijumpai terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen.
Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi daripada laki-laki. Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada daging, hati, ikan, ayam, selain itu bahan maknan yang tinggi vitamin C membantu penyerapan zat besi
.

      Mengatasi persoalan kurang dan kelebihan gizi ini bisa dilakukan dengan memahami dan mempraktekkan pola makan bergizi seimbang. Caranya, konsumsi makanan bergizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan kondisi biologis.

         Memperhatikan variasi makanan juga penting, selain menerapkan gaya hidup sehat seperti olahraga rutin, mengontrol berat badan, dan menjaga kebersihan diri.



G.    Penyebab Anemia pada Remaja



Anemia adalah penyakit kekurangan darah yang akan membuat penderitanya merasa lemah, lesu, letih, lelah, dan tak berdaya. Kepala pusing, badan melayang-layang, dan otak sulit mencerna informasi. Bawaan ingin tidur dan merasa lemas terus-terusan.

Tidak jarang pada bagian tubuh tertentu terdapat bercak biru seperti lebam. Pandangan berkunang-kunang. Belajar pun pasti sudah tak mampu maksimal. Bila terus berlanjut, bisa saja menyebabkan mudah tertular penyakit lain. Dengan kondisi tubuh yang tidak fit, virus mudah masuk.

Virus influenza dan virus-virus lainnya akan berbondong-bondong mendatangi tubuh. Lalu, makan obat. Antibiotik yang semakin menumpuk membuat tubuh kebal dan fungsi ginjal berkurang. Implikasinya tidak hanya berhenti di situ. Setelah anemia, leukimia bisa saja daftar tunggu berikutnya.

1.      Rendahnya Pengetahuan Isu dan Ilmu Kesehatan

Rendahnya pengetahuan para remaja terhadap isu kesehatan dan ilmu kesehatan. Bagi mereka, kesehatan bukanlah hal utama yang harus menjadi perhatian. Masih merasa muda sehingga tidak harus menjaga kesehatan.

2.      Ngemil di Depan TV dan Komputer

Gaya hidup yang lebih sering duduk lama di depan TV dan komputer sambil ngemil makanan kaya kalori dan tinggi lemak, tetapi minim gizi dan nutrisi yang sangat dibutuhkan para remaja.

3.      Benci Sayur dan Makanan Berserat

Tidak paham makanan mana yang seharusnya dimakan dan mana yang seharusnya dikurangi. Miskin ilmu gizi.

4.       Tidak Berolah Raga

Tidak berolah raga dengan teratur mengakibatkan glukosa atau gula darah tidak terpakai dengan sempurna sehingga menyebabkan rasa lelah yang berlarut-larut.

5.       Mengurangi Porsi Makan

Keinginan untuk memiliki tubuh seperti peragawati dan para bintang sehingga tidak mau makan banyak. Bila hal ini terus berlanjut, bisa menyebabkan menderita anorexia nervosa, bulimia, dan penyakit ‘mental disorder’ lainnya.

6.       Minimnya Sosialisasi Gizi Khusus Remaja

Masalah ini bisa diatasi bila sejak kecil para orang tua dan orang-orang dewasa di sekitar remaja memberikan contoh hidup sehat dan memberikan pengetahuan memadai mengenai nutrisi dan ilmu gizi lainnya.

Sulit memang, namun tetap harus dicoba. Hal ini demi menjaga keberlangsungan kehidupan remaja yang sehat dan bermanfaat bagi kelanjutan generasi yang unggul.

Bila penyebab anemia itu karena bawaan lahir, ceritanya berbeda. Namun, sekali lagi, anemia bukanlah penyakit sederhana. Penanganannya membutuhkan waktu lama dan kontrol yang ketat sehingga wajah anemia cepat pergi dan berganti wajah cerah ceria.



H.    Pola Makan dengan Gizi Seimbang



Berikut adalah pola makan yang mengikuti 13 Pesan Dasar “Gizi Seimbang” sangat dianjurkan untuk mendapatkan kecukupan Gizi bagi Remaja :

1.      Makanlah aneka ragam ragam makanan yang terdiri dari zat tenaga,zat pembangun, dan zat pengatur

2.      Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi

3.      Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi

4.      Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi

5.      Gunakan garam beryodium

6.      Makanlah makanan sumber zat besi

7.      Berikan ASI ekslusif pada bayi umur 0-6 bln

8.      Biasakan makan pagi

9.      Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya

10.  Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur

11.  Hindari munum minuman beralkohol

12.  Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

13.  Bacalah label pada makanan yang dikemas



Contoh asupan makanan seimbang dan sederhana :

1.      Tiap hari 3 kali makan nasi (@200gram), lebih juga boleh asal tidak berlebihan atau kekenyangan. Makanan pokok tidak harus nasi. Makan roti atau ubi atau sagu juga boleh.

2.      Tiap hari minimal sebutir telur ayam kampung.

3.      Tiap hari 3 potong tempe @50 gram

4.      Tiap hari makan sayuran dan buah. Segenggam sayuran tiap hari.

5.      Tiap hari minimal segelas susu (200 cc) pagi dan sore.


I.          Sumber Penulisan



Irianto, Kus. 2004. Gizi & Pola Hidup Sehat. Bandung. Yrama Widya.

Yuniastuti, Ari. 2007.Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Erik Acver, Qincai.2009. Kebutuhan Gizi Pada Remaja. Erik Acver Qincai

Rini, Benedicta.2010. Multivitamin untuk Anak dan Remaja. Yogyakarta. CV  

Andi Offset

Santrock, W. Jhon. 2003. Adolescence edisi keenam. Jakarta. PT. Gelora  Angkasa Pratama

Tidak ada komentar: